Isnaini Sofiyani

Universitas Padjajaran

Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Program Studi Ilmu Kelautan

Secara sederhana El Nino dapat diartikan sebagai fenomena alam yang menyebabkan memanasnya suhu permukaan laut. Sedangkan La Nina adalah mendinginnya suhu permukaan laut. El Nino dan La Nina dikenal juga dengan El Nino Southern Oscillation (ENSO) yang berarti fenomena yang ditimbulkan karena adanya interaksi antara laut dengan atmosfer.

Dari berbgai sumber bacaan yang ada, dapat ketahui bahwa kondisi oseanografi di Indonesia ditentukan oleh Angin Monsoon, Angin Pasat dan Arus Lintas Indonesia. Pada Monsoon Barat, banyak massa air yang diangkut Arus Monsoon Indonesia dari Laut Jawa ke Laut Banda sehingga terjadi surplus. Untuk mengimbangi surplus tersebut terjadilah downwelling (di mana massa air panas dari permukaan laut didorong ke bawah) air di Laut Banda yang diikuti oleh arus mendatar ke arah Samudera Hindia. Sedangkan pada Monsoon Timur, Arus Monsoon Indonesia banyak mengangkut air ke Laut Jawa dari Laut Banda dan sekitarnya sehingga terjadilah defisit massa air. Defisit tersebut diimbangi dengan upwelling, naiknya massa air dari lapisan bawah ke permukaan laut yang umumnya berakibat menurunkan suhu, menaikkan nilai salinitas, oksigen dan berbagai unsur hara (Wyrtki, 1958, 1961; Ilahude et al., 1990; Wetsteyn et al., 1990; Zijlstra, 1990).

Fenomena El Nino dan La Nina ini, dapat menyebabkan dampak yang positif dan juga negatif terhadap lingkungan laut yang berimbas pada sektor perikanan, baik untuk pasar dalam negeri maupun luar negeri (ekspor).

Seperti pada saat terjadi El Nino di satu sisi dapat mengakibatkan meningkatnya suhu dan salinitas air laut yang dapat membahayakan padang lamun (sea grass) dan terumbu karang (coral reef) sebagai habitat dari berbagai jenis ikan. Padang lamun dan terumbu karang memiliki fungsi sebagai tempat pemijahan (spawning ground), pengasuhan (nursery ground) dan tempat mencari makan (feeding ground) bagi ikan-ikan. Padang lamun dan terumbu karang bila terkena sinar matahari berlebihan pertumbuhannya akan terganggu, rusak dan mati. Padang lamun dapat hidup dengan suhu optimum sekitar 28-30°C, kedalaman 0-22 m dan salinitas 25-35 ppt. Padang lamun memiliki nilai prodiktivitas yang tinggi yang bermanfaat bagi komunitas yang hidup di habitat tersebut. Ikan-ikan yang menghuni padang lamun, di antaranya: ikan-ikan parrot (Scarus dan Sparisoma), ikan surgeon (Acanthurus), ikan-ikan ballyhoo (Hemiramphus brasiliensis), ikan rudder (Kyphosus sectatrix), ikan trigger (Melichthys radula), dugong (Trichechus manatus), juvenile ikan, mollusca, echinoidea, dan crustacea. Sedangkan terumbu karang dapat tumbuh pada suhu 25-29°C, kedalaman 0-50 m dan salinitas 34-36 ppt. Pada saat El Nino, terjadi peningkatan pemutihan (bleaching) pada karang yang menyebabkan berkurangnya atau hilangnya ikan-ikan yang biasa hidup bergantung pada terumbu karang, begitu juga dengan padang lamun. Karena suhu yang semakin panas dan berkurangnya habitat, maka ikan-ikan akan melakukan migrasi ke tempat yang lebih dingin. El Nino juga mengakibatkan penurunan populasi ikan di Laut Pasifik, khususnya jenis pelagis seperti ikan sardine (Sardinops sagax), anchoveta (Engaulis ringens), ikan mackerel (Tranchurus murphyi dan Scomber japonicuperuanus) berkurang karena sedikitnya makanan yang tersedia. Hal ini semua dapat mengakibatkan berkurangnya hasil perikanan tangkap.

Di sisi lain upwelling juga dapat menaikkan biomassa plankton, yaitu seperti yang terjadi di wilayah Barat Sumatera dan Selatan Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara terdapat peningkatan jumlah klorofil, plankton dan massa air yang mengandung banyak nutrien yang sangat bermanfaat bagi ikan. Pada saat inilah terdapat banyak ikan yang dapat menguntungkan dalam sektor perikanan tangkap.

Lain halnya dengan yang terjadi di darat, El Nino dapat menyebabkan kekeringan yang berkepanjangan dan persediaan air akan berkurang untuk pembudidayaan ikan kolam atau pun ikan keramba. Sedangkan pada saat La Nina, curah hujan tinggi dan sering terjadi badai di pantai, yang dapat menimbulkan banjir ikan-ikan atau pun udang yang berada di tambak akan meluap keluar karena kelebihan air. Akibat dari kekeringan kolam dan banjir ini dapat mempengaruhi produksi ikan.

Ikan adalah mahluk air yang sangat sensitive terhadap fluktuasi suhu dan cahaya yang ada di lingkungannya, ini juga akan berpengaruh pada sistem reproduksinya. Cahaya dan suhu adalah faktor yang memicu perkembangan gonad ikan dan bekerja sebagai isyarat yang menghubungkan perbedaan setiap fase dari siklus reproduksi ikan. Jadi semakin banyak intensitas cahaya (terang) maka perkembangan gonad ikan semakin cepat. Cahaya dan suhu yang diterima oleh ikan diproses oleh sel, jaringan dan organ dalam tubuhnya dan diubah menjadi sinyal untuk memproduksi hormon gonadotropin. Jadi pada saat El Nino, akan menguntungkan karena pada musim kemarau memacu ikan untuk memproduksi gonad, sedangkan pada saat terjadi La Nina yaitu, pada saat curah hujan yang tinggi, ikan akan memijah dengan baik. Karena cuaca sekarang ini yang semakin tidak menentu dan kita sukar memastikan kapan datangnya musim penghujan dan kemarau, dan berapa lamanya? Maka pada saat musim hujan yang panjang akibat La Nina ikan akan kekurangan cahaya matahari untuk memproduksi gonad. Untuk itu pada ikan budidaya di hatchery, dapat diatasi dengan cara pemberian cahaya dari lampu UV yang dapat diatur berapa intensitas cahaya dan suhu yang dibutuhkan.

Untuk meminimalisir dampak dari terjadinya fenomena alam El Nino dan La Nina dibutuhkan:

  1. Peran serta dari pemerintah yang membuat kebijakan dan masyarakat yang bersentuhan langsung dengan lingkungan tempat mereka tinggal.
  2. Meningkatkan program pemantauan laut untuk dapat memprediksi waktu kejadian, lama kejadian, dan sebaran wilayah yang akan terkena dampaknya.
  3. Melakuakn riset dan kerjasama internasional.
  4. Menyesuaikan sistem penataan ruang terhadap fenomena alam El Nino dan La Nina.
  5. Mengembangkan penjangkauan sistem informasi atau penyuluhan tentang El Nino dan La Nina secara cepat kepada nelayan atau pembudidaya ikan.
  6. Melakukan monitoring terhadap ekosistem yang ada di pesisir. Untuk terumbu karang dilakukan recovery atau transplantasi terumbu karang yang telah rusak dan membudidayakan padang lamun.
  7. Mengembangkan dan memfasilitasi pembudidaya untuk menerapkan teknik budidaya ikan yang tahan terhadap kondisi kekeringan, kebanjiran, dll

Sumber bacaan:

A. G. Ilahude & A. Nontji. Oseanografi Indonesia dan Perubahan Iklim Global (El Nino dan La Nina). LIPI

Dirjen Penataan Ruang. Penyesuaian Sistem Penataan Ruang Terhadap Perubahan Iklim. Departemen Pemukiman dan Prasarana Wilayah. http://www.dirgantara-lapan.or.id/moklim/edukasi.html

Terima Kasih

Semoga dapat bermanfaat!!

About these ads

25 responses »

  1. amri050890 says:

    oia dampak positif nya boleh lebih di jelasin ga ???amri kurang ngerti
    makasih ya isna..weewww hehe

  2. shifadini says:

    Mau nanya nih, bagaimana mekanisme downwelling dan upwelling akibat La Nina dan El Nino yang lebih jelas lagi??
    tengkyu…

    • jadi pada saat el nino di Indonesia, upwelling dapat terjadi karena air yang dibawa oleh arus laut Banda ke laut Jawa dan atau Samudera Pasifik ke Samudera Hindia mengalami kekosongan massa air yang mendorong naiknya massa air dari bawah permukaan yang memiliki suhu lebih dingin ke atas permukaan laut.
      Sedangkan downwelling itu terjadi karena air yang dibawa oleh arus laut Jawa menuju Laut Banda atau dari Samudera Hindia ke Samudera Pasifik mengalami kelebihan massa air yang mendorong massa air dari atas yang bersuhu lebih panas ke bawah permukaan.

      maav kalau jawabany kurang memuaskn bisa lihat di blogny jimbho atw hendra yg membahas ttg upwelling dan downwelling secara menyeluruh


      trims :)

  3. wah,,
    blog isna bagus bagt,,

    gw ampe beberapa kali memabaca ulang tentang topik yg isna bahas d sini,,

    aku mau nanya ni,,
    di jawab y,,!!

    yang aku baca d atas tadi,
    ada gk sih dampak yang positif dari Fenomena El Nino dan La Nina buat makhluk hidup atau mungkin buat manusia sendiri yang berada d sekitar pantai atau mungkin yang jauh dari pantai,,

    hehheheee,,,,
    maaf y susah pertanyaannya,,

    • ah jo
      mmujiny terlalu berlebihan hhhe

      jd untuk manusia nya yaitu nelayan akan untung dengan banyak nya hasil tangkapan yang akan di jual atau diolah…maupun yang akan diekspor akan terjadi peningkatan ekspor ikan..yang ujungnya akan meningkatkan devisa negara
      untuk manusia yang berlaku sebagai konsumen juga mndapatkan keuntungan karena mendapatkan banyak ikan yang segar dan biasa saja dengan harga yang lebih murah karena banyak ikan yang dijual oleh para nelayan
      dan untuk pembudidaya..ikan2 yang mereka pelihara akan memproduksi dengan baik

      smoga jawabanny memuaskan
      mkasiii josua :)

  4. wah..ternyata blog anda berhubungan sekali dengan materi yang akan saya bahas..saudari isna yang saya hormati, saya ingin mengajukan sebuah pertanyaan..

    upaya nyata apa saja yang sudah di gunakan oleh pemerintah dalam menanggulangi elnino dan lanina ,dan apa hasil nyata nya???

    dibalas yah isna..TERIMA KASIH

    • yang pertama untuk memantau keadaan laut indonesia telah saja jawab dari pertanyaan saudari gusti..silahkan anda membacany
      dan yang lainnya:
      1. pemerintah telah membuat kebijakn mengenai tata ruang
      2. melakukan program penelitian dalam bentuk Rusnas(Riset Unggulan Strategi Nasional) yang digagaskan o/ Dewan Riset Nasional)
      3. menyediakan sarana prasarana untuk pemantauan keadanl aut seperti kapal2 riset,sistem buoy seawatch,alat2 penginderaan jauh, hidrografi,dll.

      gmn bank??
      mksh y bwt pertanyaany :)

  5. gusti0909 says:

    Subhanallah…saya mendapat ilmu dari blog anda,
    Jadi rang-orang yang melihat ini bisa menyimpulkan sendiri apakah semua ini sudah terelisasi atau belum.
    Tapi ada sedikit yang ingin saya tanyakan kepada anda,
    kan tadi dikatakan untuk meminimalisir dampak dari terjadinya fenomena alam El Nino dan La Nina dibutuhkan salah satunya seperti kerjasama internasional,
    nah yang mau saya tanyakan itu adalah apa saja program kerjasama internasional yang diikuti Indonesia dalam menghadapi el nino dan la nina ?
    Makasih ya isna .

    • thanx u nin
      hhehhe

      dari hasil pencarian saya didapat bahwa kerjasama itu bersma ahli2 kelautan dari Indonesia, Australia, Perancis, Belanda, dan Amerika Serikat,dll dalam Ekspedisi INSTANT (International Nusantara Stratification and Transport), GOOS (global Ocean Observing System), WESTPAC (West Pasific Programme-IOC), WCRP (World Climate Research Programme), CLIVAR (Climate Variability and Pradictability), TRITON (Triangle Trans-Ocean Buoy Network)
      maungkin hanya itu yg bisa saya paparkan…
      maav klo kurang memuaskn :)

  6. amri050890 says:

    sama ini isna amri mau nanya
    daerah upwelling juga dapat menaikkan biomassa plankton,,nah di atas kan ada tulisan kaya gt amri mau nanya kenapa daerah upwelling bs manaikan biomassa plankton ??????

    kan klo banyak plankton banyak ikan jg dong di daerah itu berarti makin banyak ikan makin enak dimanfaatinya,,lumayan kali aja manffatt buat amri jd pengusaha ikan klo ntar hahahaha

    • dampak positifny itu amri bs jawab sendiri..haha
      iyah jadi makin banyak ikan yang bisa ditangkap nelayan…
      trz bwt ikan yg dibudidaya
      Jadi pas El Nino, akan menguntungkan soalny musim kemarau memicu ikan untuk memproduksi gonad untuk bereproduksi, klo pas La Nina kan curah hujannya yang tinggi,nah ikan itu di kalender pemijahan suka memijah pada musim penghujan.
      intinya insyaallah lah ikan teh bisa bereproduksi walaupun ad fenomena el nino am la nina ini
      tapi karena cuaca yang terlalu sering berubah jadi bisa aj organ reproduksi ikan akan rusak karena ngikutin cuaca yang ada

      bwt pertanyaan:
      kenapa daerah upwelling bs manaikan biomassa plankton ??????
      dr berbagai sumber bacaan yang isna baca jd dengan upwelling, naiknya massa air dari lapisan bawah ke permukaan laut yang umumnya berakibat menurunkan suhu, menaikkan nilai salinitas, oksigen dan berbagai unsur hara…intinya poduktifitas primer di perairan yg terjadi upwelling itu dapat meningkatkan pertumbuhan organisme yg hidup di daerah tersebut termasuk si plankton itu…dalam kuliah oseanografi kimia juga sudah dijelaskn hehe

      amri gmn sudah terpenuhi jawabanyy??
      nuhuN :)

  7. jimmykalther says:

    CLICK HERE AND COMMENT PLEASE..!!
    :)

    dari segi ekonomi, bagaimana upwelling dapat mempengaruhi kehidupan masyarakat pesisir??
    :)

    • prtama2 mkasih yya prtanyaan yy jimbhooo

      dari sektor ekonomi bagi masyarakat pesisir khususnya nelayan jelas akan menguntungkan
      karena upwelling itu kn membawa massa air dari bawah permukaan laut yg banyak mengandung nutrien dan berbagai jenis plankton yang menjadi makanan bagi ikan2
      dari daerah tersebut maka akan banyak terdapat banyak ikan yang akan ditangkap dengan mudah oleh para nelayan..

      maav klo jawabanyya kurang mmuaskan… ;)

  8. Ejja sinchan says:

    Isna,,, sy mau nanya…
    kan dengan adanya peningkatan unsur hara maka akan memacu terjadi blooming dari plankton..terus bila telah terjadi blooming bagaimanakah akibat yang di timbulkannya???baik terhadap kualitas ikan-ikan maupun kondisi dari ekosistem di dalamnya???

    • boleh2
      Blooming dapat mengakibatkan tercemarny perairan tersebut karena disebabkan oleh ledakan populasi dari fitoplankton yaitu, Trichodesmium erythreum. Fitoplankton ini menghasilkan racun: neurotoxin dan hepatatoxin. Pada siang hari blooming dapat mengakibatkan kelebihan kejenuhan oksigen dalam air (supersaturasi) atau gas buble disease. Sedangkan pada malam hari terjadi kekurangan oksigen. Jelas pada saat terjadi blooming, kualitas ikan akan menurun bahkan menjadi tidak layak untuk dikonsumsi karena beracun dan bahkan ikan bisa mati. Kondisi ekosistem, perairannya akan berubah warna menjadi merah karena blooming dari fitoplankton fillum Pyrrophyta tersebut.

      mksiii ja

  9. isna,,,

    boleh dijelasin lagi ga,,,dampak positif el nino dan la nina di Indonesia terutama untuk para nelayan?

    • untuk para nelayan
      jadi menguntungkan karena musim penangkapan ikan menjadi lebih lama dan hasil tangkapan menjadi lebih banyak dari biasany
      ini membuat perekonomian nelayan meningkat karena byk ny ikan yg bisa di jual…

      mhmm begtu ayuuu
      mksii y :)

  10. sandrakania says:

    isnaaaaaaaaaaaaa urang ameeeeeng .hhe
    isnaisna sandraa mauuu nanyaaa niiiihh ,
    isnaaa menuuuruut isnaaa pengaruuh elnina dan el nino ituuu banyakk positifnyaa atauuu negatifnyaa ss ?
    hhe

    isna komenkomen blog sandra jg okeeeeeeeeeeeyyyy

  11. muhammadisal says:

    isna mw nanya donk,,,
    menurut kamu apakah ada yang kurang dalam usaha yang di lakukan pemrintah dalam meminimalisir dampak el nino dan la nina?
    mksih

    • menurut isna masiih byk yg kurang..yaitu diantarany
      1. pemerintah kurang memfasilitasi para nelayan dan pembudidaya ikan…masih byk yang butuh bantuan dana karena gagal panen atau kurangny hasil tangkapan
      2. fasilitas untuk memantau keadaan laut,seperti kapal, buoy seawatch yang ternyata di lapangan di curi oleh orang yg tdk brtanggung jawab
      3. kebijakan yg kurang dan sistem penataan ruang yang masiih salah aturan
      4. kurang optimalny program riset karena dibutuhkan anggaran yang besar dan bersifat menahun
      5. kurang ny kooordinasi antar lembaga

      yy menurut saya itu beberapa hal yang harusny mnjadi perhatian dr pmerintah untuk mengurangi dampak dari el nino dan la nina
      mksh icank :)

  12. dazzling diamond says:

    hadjik,gaya uy blog nya,tp content nya masih serius semua (maklum buat tgs kel heu2) coba ntar masukkin curhatan dan referensi kuliner wkwkwkw

    teruskan djik,aku dukung…

    luph u sooooo

    bauuuuu hihihihi

  13. lintang says:

    Tulisannya sudah cukup baik, semoga bisa terus berkarya menghasilkan tulisan-tulisan yang luar biasa.
    Terinspirasi dari tulisan kamu bahwa “Di sisi lain upwelling juga dapat menaikkan biomassa plankton karena terdapat peningkatan jumlah klorofil, plankton dan massa air yang mengandung banyak nutrien yang sangat bermanfaat bagi ikan. Pada saat inilah terdapat banyak ikan yang dapat menguntungkan dalam sektor perikanan tangkap”. Mengapa pada tahun el nino, ikan tuna lebih mudah ditangkap pada hal ikan tuna hidup pada kondisi SST sekitar 20 ºC?

    • mkasih ibu
      hhhehhe:)

      iya bu ikan tuna lebih mudah ditangkap pada saat el nino karena SST pada saat itu relatif dingin yaitu 29°C dan terjadi penurunan tinggi permukaan laut yang mempengaruhi kedalaman lapisan termoklin yang merupakan lapisan renang ikan tuna. Pendangkalan termoklin ini akan mengangkat lapisan renang ikan ke permukaan. jadi ikan lebih mudah ditangkap…
      sedangkan pada saat la nina kebalikanny SST menjadi lebih hangat yaitu >29°C

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s