Isnaini Sofiyani                    230210080009

Bandari Arining Fitranti      230210080013

Universitas Padjajaran

Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Program Studi Ilmu Kelautan

EKOSISTEM DI PANTAI BLANAKAN

Kabupaten Subang memiliki panjang pantai ±68 km, termasuk di antaranya Pantai Blanakan yang terletak di Pantai Utara Jawa Barat. Pantai Blanakan memiliki kedalaman yang relatif dangkal (kurang dari 20 m).  Wilayah pantai Blanakan Subang yang berbentuk seperti teluk memungkinkan terjadinya proses pengendapan sedimen dari sungai dan dari angkutan sedimen pantai menjadi lebih besar, sehingga di wilayah ini laju pendangkalan perairan sangat besar. Di wilayah timur pantai Subang dengan garis pantai memanjang dalam arah tenggara – barat laut cenderung mengalami penggerusan garis pantai (abrasi). Abrasi akan semakin parah apabila tidak ada ekosistem yang menghalaunya, contohnya mangrove, padang lamun, terumbu karang, dll.

Ekosistem yang ada di pantai Blanakan adalah ekosistem mangrove. Hutan mangrove yang terdapat di Kabupaten Subang merupakan hutan bakau binaan. Hutan mangrove di kawasan pantai Subang bagian utara berada di bawah otoritas pengelolaan Perum Perhutani BKPH Ciasem-Pamanukan. Spesies mangrove yang paling mendominasi di Blanakan, Subang adalah Avicennia marina atau tanaman bako-bako dan api-api. Avicennia banyak mendominasi di zona ini karena avicennia mampu beradaptasi dengan lingkungan mangrove yang sering mengalami perendaman oleh air laut karena letaknya yang dekat dengan laut. Avicennia mempunyai adaptasi yang tinggi dengan perakarannya. Hal ini dapat membantu spesies ini dalam mengikat sedimen yang banyak terdapat di pantai Blanakan.

Dalam proses rantai makanan yang berperan sebagai produsen dalam ekosistem mangrove di pantai Blanakan adalah daun dan batang mangrove yang kemudian diuraikan oleh detritus (fungi, bakteri dan protozoa). Hancuran bahan organik (detritus) ini kemudian menjadi bahan makanan penting (nutrien) bagi fitoplankton dan alga benthos. Cacing, crustacean yang kebanyakan hidup di substrat berlumpur, moluska, organisme bentos dan juvenile ikan  menjadi konsumen dari fitoplankton dan zooplankton. Ikan yang lebih besar akan memangsa ikan-ikan yang lebih kecil dan crustacean. Contoh ikan yang banyak terdapat di pantai Blanakan antara lain: ikan manyung (Arius thalassinus), ikan kembung (Rastrelliger kanagurta), ikan belanak (Valamugil seheli), ikan kurisi (Nemipterus nematophorus) dan ikan mata besar (Priacanthus tayenus). Ikan-ikan ini nantinya akan dimangsa oleh burung yang singgah atau tingal di hutan mangrove, kebanyakan terdapat burung Blekok sawah. Manusia memanfaatkan adanya  ekosistem ini untuk kebutuhannya sehari-hari, contoh: daun dari Avicennia juga sering dimanfaatkan oleh penduduk sekitar sebagai pakan untuk ternak karena memiliki protein yang tinggi, adanya mangrove juga sangat berpengaruh terhadap hasil tangkapan ikan dan kberlangsungan ekosistem tambak..

Terjadinya proses makan memakan di dalam rantai makanan mengakibatkan terjadinya perubahan energi, yang berasal dari suatu organisme ke organisme lainnya Matahari adalah sumber asal energi dalam rantai makanan. Karbon dari sinar matahari diserap oleh mangrove dan digunakan untuk proses fotosintesis, dari proses fotosintesis dihasilhkan energi dan oksigen yang nantinya akan dipergunakan oleh organisme lain untuk bernapas, dan nitrogen bebas diserap oleh akar,  Nitrogen berasal dari protein yang dikonversi menjadi amoniak oleh bakteri proteolitik dan jamur melalui proses amonifikasi. Kemudian amoniak dapat langsung digunakan sebagai sumber protein. Warna perairan di daerah hutan mangrove Blanakan berwarna hijau kecoklatan. Hal ini disebabkan oleh bahan organik dan anorganik yang terlarut dalam perairan hutan mangrove tersebut. Suhu perairan yang tinggi relative tinggi dapat mempengaruhi laju fotosintesis & pertumbuhan fitoplankton di perairan.

Menurut analisis data LANDSAT-TM Multitemporal tahun 1988, 1990, 1992 dan 1995 menunjukkan bahwa luasan mangrove di kawasan ini dalam periode 1988-1992 mengalami pengurangan luasan dari 2.087,7 ha pada tahun 1988 menjadi 1.729,9 ha tahun 1990 dan 958,2 ha tahun 1992. Pengurangan lahan ini terjadi akibat adanya konversi lahan untuk membuat tambak. Namun antara tahun 1992 dan 1995 terjadi penambahan luasan menjadi 3.074,3 ha. Penambahan luas pada periode akhir ini menunjukkan keberhasilan penggalakan dari program perhutanan sosial yang dilakukan melalui tambak tumpangsari (Budiman dan Dewanti, 1998). Tambak tumpangsari (Sylvofisheries) merupakan lahan tambak yang didalamnya mengkombinasikan bagian lahan untuk pemeliharaan ikan, kepiting atau udang dan bagian lahan untuk penanaman mangrove. Tumpangsari yang terdapat di pantai Blanakan kebanyakan berjenis empang parit. Dalam rantai makanan yang terjadi di tambak, yang berperan penting menjadi produsen adalah fitoplankton, kemudian sebagai konsumennya adalah zooplankton yang akan dimakan oleh larva ikan atau udang. Bakteri akan menguraikan organisme yang mati.

Di pantai Blanakan tidak terdapat ekosistem padang lamun dan terumbu karang. Kalau pun ada, kondisi karang-karang tersebut sebagian besar sudah mati, karena kondisi lingkungan yang tidak mendukung, seperti sedimentasi yang tinggi dan banyaknya aktifitas kegiatan manusia di kawasan tersebut.

Dari pembahasan di atas mengenai kehidupan rantai makanan dan alur energi serta materi salah satu pantai yang terletak di pesisir utara jawa barat tepatnya di pantai Blanakan, kecamatan Blanakan, kabupaten Subang, dapat disimpulkan bahwa ekosistem yang paling mendominasi adalah ekosistem mangrove dan tambak yang saling berhubungan dalam ketersediaan nutrien.  Dengan keadaan ekosistem mangrove yang cukup baik ini dapat meningkatkan hasil tangkapan ikan, dan masyarakat di sekitarnya pun dapat memanfaatkan keadaan tersebut untuk kehidupan sehari-harinya.

Sumber bacaan

Anonim. 2007. Laporan Akhir ATLAS Pesisir Utara Jawa Barat. BAPPEDA Jawa Barat.

Supriharyono. 2000. Pelestraian dan Pengelolaan Sumber Daya Alam di Wilayah Pesisir Tropis. Gramedia. Jakarta.

One response »

  1. teteh says:

    koronyoh aku punya blog lho,komen d blog aku dung heu3

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s